Kabupaten Sukoharjo – Menyikapi pangsa pasar ponsel 5G yang tersebut dimaksud turun dalam Indonesia, Xiaomi menilai keputusan adaptasi teknologi hal itu tetap berada dalam tangan konsumen.
"Kami sebagai produsen ponsel menyediakan platform, teknologi untuk dapat itu (5G). Jadi, nanti pilihan penggunaan, pilihan adaptasi, balik lagi ke tangan pengguna," kata Manajer Pemasaran Produk Xiaomi Indonesia Calvin Nobel kepada ANTARA pada Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa.
Firma riset industri International Data Corporation (IDC) menemukan pangsa ponsel 5G berkurang 4,3 persen secara year-over-year pada kuartal II 2023, meskipun teknologi jaringan radio hal yang disebut sudah merambah ke gawai kelas entry-level. IDC melihat adopsi 5G dalam Indonesia tergolong lambat, ditandai dengan jangkauan jaringan yang digunakan disebut yang tersebut digunakan masih terbatas.
Adopsi 5G, menurut IDC, mengalami tantangan dari sisi permintaan lalu persediaan.
Meski dari segi pengapalan pangsa pasar ponsel 5G menurun, perkembangan teknologi hal itu tak ada terelakkan. Calvin melihat jika tak ada produsen yang dimaksud menyebabkan ponsel 5G, maka bukan ada yang dimaksud digunakan mengembangkan segmen tersebut.
Perkembangan teknologi juga yang hal tersebut menciptakan Xiaomi menyediakan pilihan 5G untuk kelas high-end, menengah juga bahkan entry-level.
Soal menyediakan ponsel 5G, menurut Calvin, bukan melulu tentang peminat, tapi, akibat 5G merupakan perkembangan teknologi.
"Chipset yang mengupayakan 5G banyak. Tentunya kalau chipset berkembang, teknologi lain akan mengikuti," kata Calvin.
Pangsa pasar ponsel 5G menurut data IDC masih lebih banyak banyak kecil dibandingkan ponsel 4G, yang berada pada bilangan bulat 86 persen pada kuartal II 2023. Meski nilai tukar jual ponsel 5G semakin terjangkau, IDC menilai ponsel 4G seringkali menawarkan spesifikasi yang digunakan dimaksud terpencil lebih besar banyak baik dengan nilai yang mana hal tersebut mirip.