Jakarta – Badan Pengembangan kemudian Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa resmi membuka helatan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-12 tahun 2023. KBI merupakan pertemuan lima tahunan sekali yang tersebut diadakan untuk mengkaji bahasa juga sastra Indonesia berikut perkembangannya. Untuk pertama kalinya, kongres ini diadakan pada tahun 1938 silam dalam Kota Solo.

“KBI ke-12 kami arahkan untuk betul-betul menjadi forum yang dimaksud akan memberikan perenungan serta penguatan tentang makna keindonesiaan kita. Sebagaimana diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 12 Oktober 1928, 95 tahun yang lalu. Poin ketiga Sumpah Pemuda yakni Kami Putra dan juga Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa, E Aminuddin Aziz dalam pembukaan KBI ke-12 di tempat Jakarta pada Rabu malam, 25 Oktober 2023.

Mengingat kondisi yang digunakan telah dilakukan berubah dan juga tantangan yang mana makin berat, lanjut Amin, Badan Bahasa ingin menjadikan KBI sebagai wahana perdebatan gagasan. Hal ini guna membulatkan cita-cita terbaik juga membangun kekuatan bersama secara gotong royong.

Menurutnya, jka kita meyakini bahwa bahasa Indonesia telah terjadi berhasil menjadi alat pemersatu bangsa kemudian mengukuhkan jati diri keindonesiaan, maka semestinya kita melihat bagaimana perkembangan bahasa Indonesia dari masa ke masa. Dengan demikian, bahasa Indonesia tetap dapat memerankan fungsinya sebagai alat pemersatu.

“KBI akan menjadi wahana untuk melihat kembali, mengevaluasi urusan politik perencanaan serta kebijakan tentang bahasa lalu sastra Indonesia. Juga, merumuskan arah baru bagi urusan politik perencanaan lalu kebijakan ke depannya,” tuturnya.

KBI ke-12 ditandai dengan prakarsa baru, yakni penyelenggaraan secara hibrida melalui luring serta daring. Kemudian, ada pula kelas master untuk leksikografi lalu linguistik forensik. Pada momen pembukaan KBI ini, juga akan diserahkan penghargaan Husein Djajadiningrat. Apresiasi ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang mana miliki sumbangsih yang berdampak besar terhadap bahasa serta sastra Indonesia. KBI ke-12 melibatkan setidaknya 1.550 orang, dalam mana 550 orang hadir secara langsung juga sisanya melalui daring.

Stefania Giannini, Asisten Direktur Jenderal The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Bidang Pendidikan mengatakan bahwa bahasa sangatlah penting. Menurut pakar linguistik ini, proses pembelajaran bahasa bukan sekadar mengenai alat komunikasi sederhana, melainkan juga tentang identitas lalu pandangan terhadap dunia. Belajar melalui bahasa ibu, dapat memudahkan pemaknaan mendalam saat membaca dengan berpikir kritis. Selain itu, bahasa inu juga memudahkan tercapainya pembelajaran yang tersebut bermakna.

“Sayangnya, data UNESCO menunjukkan bahwa 70% anak usia 10 tahun belum dapat membaca teks dasar. Hal ini sebagian disebabkan oleh kurangnya akses terhadap materi sekolah dalam bahasa ibu,” kata Stefania melalui video sambutannya.

Peluncuran platform digital baru kemudian peningkatan pada wadah lama

Melalui pembukaan KBI ke-12, diluncurkan pula Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI VI daring dengan tampilan yang digunakan baru serta perbaikan pada definisi. Selain itu, ada pembaruan terhadap informasi etimologi, pelafalan kemudian penulisan sesuai dengan kaidah Ejaan yang Disempurnakan V. Bahkan, terdapat penambahan entri mencapai 200 ribu pada tahun 2024.

Di samping itu, ada kamus digital bahasa Bugis-Indonesia yang dimaksud memuat 11.090 lema. Aplikasinya dapat diunduh melalui Play Store. Kemudian, ada wadah Padanan Istilah atau disingkat Pasti, bertujuan untuk menyebarluaskan padanan bahasa Indonesia. Pencarian padanan istilah dapat dijalankan berdasarkan istilah asing ataupun Indonesia. Pasti memuat 155.148 istilah dari 39 ranah. Pada platform digital ini, pengguna terdaftar dapat mengusulkan istilah yang belum ada dalam dalamnya.

Terakhir, ada antologi cerita anak ASEAN yang dimaksud berisi 11 cerita dari 11 negara anggota ASEAN. Setiap cerita ditulis dengan bahasa negara masing-masing, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia juga bahasa Inggris.

Selalu update info terkini. Simak breaking news kemudian berita pilihan dari Tempo.co di area kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *