Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) membentuk Majelis Kehormatan MK (MKMK) sebagai bentuk aktivitas lanjut dari banyaknya laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim konstitusi. Salah satu pelanggaran yang banyak mendapat laporan adalah putusan gugatan batas usia minimal syarat calon presiden (capres) serta calon perwakilan presiden (cawapres). 

Tiga nama yang sudah ditunjuk sebagai anggota MKMK adalah Jimly Asshiddiqie, Bintan R Saragih kemudian Wahiduddin Adams. Jimly merupakan mantan Ketua MK pertama di tempat Indonesia periode 2003-2008. Seperti apa rekam jejaknya?

Rekam Jejak Pendidikan Jimly Asshiddiqie

Jimly Asshiddiqie lahir pada Palembang pada 17 April 1956. Dia menempuh sekolah sarjana (S1) hukum di dalam Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) hingga dinyatakan lulus pada 1982. Setelah menuntaskan kuliah S1, dia menjadi pengajar di area almamater yang mana sama. 

Jimly kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister hukum (S2) pada 1984-1986. Dia juga kembali meneruskan lembaga pendidikan tinggi program doktor ilmu hukum (S3) di dalam Fakultas Pascasarjana UI yang mana bekerja mirip dengan Rechtsfaculteit Rijksuniversiteit kemudian Van Vollenhoven Institute, Leiden (1988-1990). 

Jimly juga pernah mengikuti program penelitian hukum pada Law School of the University of Washington, Seattle, Amerika Serikat (AS) pada 1989. Dia juga terlibat dalam kursus selama musim panas (Post-graduate Summer Course) on Legal Theories di dalam Harvard Law School, Cambridge, Massachusett, AS pada 1994. 

Sejak 1998, Jimly diangkat menjadi Guru Besar Penuh Ilmu Hukum Tata Negara FH UI. Dia juga mengemban amanah sebagai Ketua kemudian Penanggungjawab (Pj) Program Pascasarjana Bidang Ilmu Hukum Tata Negara FH UI periode 2000-2005, serta Anggota Senat Akademik UI (2001-2003). 

Namun, sejak 16 Agustus 2003, Jimly berhenti sementara sebagai akademisi sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh sebab itu menduduki jabatan Hakim Konstitusi. Kendati demikian, statusnya berubah menjadi Guru Besar Luar Biasa Hukum Tata Negara pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2022. 

Perjalanan Karier Jimly Asshiddiqie

Selain dikenal sebagai akademisi, Jimly beberapa kali dipercaya menduduki posisi strategis dalam lingkungan pemerintahan. Berikut daftar jabatannya:

– Anggota Tim Ahli Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI (1988-1993).

– Anggota Kelompok Kerja Dewan Pertahanan serta Keamanan Nasional (Wanhankamnas) (1985-1995).

– Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan juga Sistem Hukum (DPKSH) (1999).

– Ketua Bidang Hukum Tim Nasional Reformasi Nasional Menuju Masyarakat Madani (1998-1999).

– Penanggungjawab Panel Ahli Reformasi Konstitusi Sekretariat Negara RI bersama Bagir Manan (1998-1999).

–  Anggota Tim Nasional Indonesia Menghadapi Tantangan Globalisasi (1996-1998).

–  Anggota Tim Ahli Panitia Ad Hoc I (PAH I).

– Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (BP-MPR RI) dalam rangka Perubahan Undang-Undang Dasar Negara (UUD Tahun 1945 (2001-2002).

– Senior peneliti bidang hukum Badan Pengkajian lalu Penerapan (BPP) Teknologi (1990-1997).

–  Staf Ahli Menteri Pendidikan juga Kebudayaan (1993-1998).

– Anggota Tim Pengkajian Reformasi Kebijakan Pendidikan Nasional, Departemen Pendidikan kemudian Kebudayaan (1994-1997).

– Asisten Wakil Presiden RI bidang Kesejahteraan Rakyat dan juga Pengentasan Kemiskinan (1998-1999). 

Karier mentereng Jimly Asshiddiqie terus mengalami peningkatan di dalam setiap tahunnya. Berikut beberapa jabatan lain yang tersebut diembannya:

– Ketua Tim Pengkajian Kebijakan Perbukuan Nasional, Departemen Pendidikan dan juga Kebudayaan (1995-1997).

– Penasehat Ahli Sekretariat Jenderal MPR RI (2002-2003).

– Penasehat Ahli Menteri Perindustrian dan juga Perdagangan (2002-2003).

– Anggota Tim Ahli Rancangan Undang-Undang bidang hukum kemudian urusan politik di dalam Departemen Dalam Negeri, Departemen Hukum serta Hak Asasi Manusia, serta Departemen Perindustrian lalu Perdagangan (1997-2003).

– Pengajar Pendidikan lalu Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat I juga Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) sejak 1997.

– Jimly Asshiddiqie juga menjadi pengajar Kursus Singkat Angkatan (KSA) lalu Kursus Regular Angkatan (KRA) Lembaga Pertahanan lalu Keamanan Nasional (Lemhannas) sejak 2002. 

MELYNDA DWI PUSPITA 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *