Yang namanya stroke. Selalu gejalanya tiba-tiba. Kalau ada gejala sebelumnya, mungkin bukan stroke

Jakarta – Pakar neurologi lulusan Universitas Diponegoro dr Sigit Dewanto H., Sp.N, FINS, FINA mengatakan kesemutan yang digunakan digunakan menjadi gejala stroke biasanya terjadi di dalam dalam satu sisi tubuh dulu, kiri atau kanan, bukan kedua sisi.

"Kelemahan atau kesemutan pada wajah, tangan juga juga kaki, biasanya satu sisi dulu, jadi kanan atau kiri. Kalau kesemutan empat-empatnya, tangan dua, kaki dua, itu bukan stroke. Atau kesemutan tangan saja, itu juga bukan stroke," kata dia dalam "Small Group Media Discussion RSPI bertema "Penanganan Stroke dengan Teknologi Terdepan" pada Jakarta, Rabu.

Stroke merupakan keadaan terganggunya peredaran darah ke otak secara tiba-tiba atau mendadak, biasanya dapat disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di tempat dalam otak. Hal ini menyebabkan terputusnya asupan oksigen juga juga nutrisi ke jaringan otak, sehingga jaringan otak menjadi rusak. 

Berbicara gejala, selain kesemutan pada wajah, tangan lalu kaki, tanda stroke juga meliputi nyeri kepala, pingsan atau bukan sadar, vertigo atau pusing berputar.

"Bisa beda-beda gejalanya, dikarenakan otak kita kayak komputer. Jadi yang dimaksud digunakan rusak yang mana mana, itu yang mana menyebabkan gejalanya, semisal tiba-tiba enggak bisa saja hanya mendengar, mencium, lupa-lupa," tutur dia.

Khusus nyeri kepala tanda stroke, biasanya tiada pernah dirasakan sebelumnya oleh pasien, terasa sangat hebat, berbeda dengan sakit kepala yang dimaksud digunakan lain.

Gejala stroke lainnya yakni kebingungan, kesulitan bicara, kesulitan melihat, kesulitan berjalan atau mengalami gangguan keseimbangan dan juga juga semua ini terjadi tiba-tiba.

"Yang namanya stroke. Selalu gejalanya tiba-tiba. Kalau ada gejala sebelumnya, mungkin bukan stroke, yang digunakan lain, misalnya tumor otak," kata Sigit.

Dia mengatakan, saat ini stroke serta serangan jantung membunuh tambahan dari 15 jt orang per tahun. Dua penyakit ini banyak dialami individu berusia di tempat area bawah 65 tahun juga seharusnya dapat dicegah.

Khususnya stroke, diketahui mempunyai kemungkinan adanya gejala sisa atau cacat yang dimaksud mana tinggi.

"Penyakit lain mungkin dapat sembuh sempurna, tetapi kalau stroke ini banyak yang digunakan mana cacat," demikian kata Sigit. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *