Jakarta – Kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui PT Tekno Sains Medika bekerja sejenis dengan PT Bina Makmur Abadi meluncurkan tujuh alat kesehatan anyar buatannya. Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati menyampaikan bahwa peluncuran alat kesehatan ini menjadi bukti komitmen ITS dalam pengembangan teknologi di tempat bidang kesehatan.
Menggandeng Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sebagai tempat penelitian kemudian uji coba, ia mengharapkan ITS dapat berperan lebih besar banyak untuk hasil kesehatan dalam negeri. “Produk-produk kesehatan yang digunakan dibuat ini juga menggunakan komponen produk-produk lokal,” ungkapnya dilansir dari situs ITS pada Kamis, 26 Oktober 2023.
Bambang menyampaikan, masih banyaknya barang impor pada alat kesehatan serta pesatnya perkembangan teknologi saat ini menggerakkan ITS untuk menciptakan alat kesehatan, khususnya pada produk-produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Teknologi digital 3D printing, artificial intelligence (AI), serta augmented reality (AR) dan juga virtual reality (VR) dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi sarana kesehatan di tempat Indonesia,” tutur Bambang.
Sejalan dengan itu, inventor alat kesehatan yang mana juga dosen ITS Djoko Kuswanto menjelaskan bahwa dibuatnya tujuh item itu sebagai implementasi desain digital 3D yang dimaksud terintegrasi serta fabrikasi digital yang tersebut efektif pada dunia kesehatan. Melalui teknologi fabrikasi, hasil dapat dikustomisasi lalu dibuat berdasarkan keinginan konsumen. “Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan kasus medis,” jelasnya.
Lebih lanjut, penerapan teknologi digital 3D ini terlihat pada produk-produk yang telah dilakukan diluncurkan. Produk itu di area antaranya adalah AMO3D yang tersebut merupakan cetakan implan berbasis data 3D, GUO3D dalam bentuk alat penunjang kerja berbasis 3D, serta PRO3D yang dimaksud berfungsi sebagai alat pelindung tubuh yang dibuat dari hasil scan 3D tubuh pasien. Alat-alat itu pun merupakan satu-satunya item kolaborasi inovasi serta teknologi digital pada infrastruktur kesehatan di area Indonesia.
Tidak semata-mata sebagai alat penunjang kesehatan, ITS juga menciptakan komoditas bernama HUMA3D sebagai manekin lalu TSM.BONES dalam bentuk replika tulang manusia untuk sarana edukasi lalu pelatihan klinis bagi calon ahli medis.
Dua produk-produk terakhir yang digunakan diluncurkan ialah RiseHand merupakan alat bantu pasien amputasi jari untuk menggenggam benda lalu Surgical Instrument yang digunakan merupakan alat-alat yang dimaksud digunakan dalam operasi bedah, seperti gunting, pisau kemudian pinset.
Djoko menyatakan bahwa hasil yang tersebut baru hanya diluncurkan di tempat Jakarta Convention Center, Rabu, 18 Oktober lalu, itu telah lama digunakan oleh beberapa rumah sakit lalu perguruan tinggi dalam Indonesia. Beberapa hasil itu di tempat antaranya bahkan sudah digunakan serta dipesan ratusan unit. “Jadi kualitas produk-produk ini tidaklah kalah saing dengan komoditas negara-negara maju,” ujar dosen Teknologi Kedokteran ITS ini.
Sementara itu, Direktur PT Tekno Sains Medika Nike Besta Sari menyebutkan bahwa nilai tukar hasil yang dipasarkan ini lebih lanjut tidak mahal berbeda dengan hasil setipe lainnya. Contohnya, pada HUMA3D yang digunakan dijual semata-mata di dalam bawah Rp 50 juta, lebih lanjut ekonomis jika dibandingkan hasil serupa yang mana berharga ratusan juta. Selain oleh sebab itu berbahan komponen lokal, produksi bukan dilaksanakan berskala besar melainkan dengan sistem pre-order. “Sebisa mungkin nilai jual di dalam bawah komoditas impor, namun tak mengurangi kualitas produk,” tandas Nike memastikan.
Terakhir, Nike menyampaikan bahwa peluncuran ini telah lama membuka pintu kepada kalangan yang digunakan ingin melakukan kolaborasi hingga pengaplikasian produk-produk inovasi dari ITS. Untuk itu, ia pun akan terus mengadakan sosialisasi kemudian workshop sekaligus pengembangan mengenai alat-alat kesehatan ini. “Semoga setelah peluncuran komoditas ini, kita dapat terus menginisiasi juga mengembangkan inovasi komoditas dalam negeri lebih tinggi luas lagi,” ucapnya.